MORNING LAUNDRY
Morning Laundry didirikan pada tanggal 25 Juli 2008, oleh Ertimna yang mana usaha ini merupakan usaha pribadi dan tentunya untuk tujuan pribadi, yaitu untuk menambah uang saku dan penghasilan. Morning Laundry terletak di jalan Tambakbayan 9 nomor 1B. Laundry ini sangat mudah dikenal karena letaknya yang strategis yaitu tepat dibelakang kampus Atma Jaya Gedung Bonaventura dan memiliki karekteristik dengan nuansa ungu.
Usaha ini dirintis melalui rekomendasi dari kakak kandung Ertimna. Ertimna yang saat ini berumur 26 tahun mengatakan bahwa sebenarnya usaha laundry ini merupakan bidang yang bukan seharusnya dia tekuni karena dia adalah salah satu alumni Atma Jaya jurusan teknik sipil.
Awalnya usaha laundry ini hanya dibuat untuk sekedar mengisi waktu luang dengan bermodalkan kenekatan dan ingin mandiri usaha laundry itu tersebut dibangun. Dengan modal 20 juta rupiah dan menyewa kios yang berada di tambakbayan 9 nomor 1B dimana pada awalnya hanya sendiri mengerjakan loundryan dan dibantu oleh teman – temannya. Namun saat ini usahanya sudah berkembang dengan mempunyai tiga orang karyawan, yang mana dua diantaranya sedang mudik. Dan bahkan saat ini Ertimna sudah dapat menggaji mereka dengan gaji Rp 350.000,- per bulannya dengan jam kerja delapan sampai sembilan jam per hari dan pada hari minggu dengan tanggal merah Morning Laundry libur.
Saat ini tarif laundry yang digunakan Morning Laundry adalah sebagai berikut:
· > 2kg dikenakan harga Rp 2500,- per kg
· ≤ 2kg dikenakan harga Rp 3000,- per kg
· < 1kg dihitung genap 1kg
Morning Laundry saat ini sudah memiliki sekitar 40 pelanggan tetap dan kurang lebih 30 pelangan yang tidak tetap. Sebagai pemikat, Morning Laundry memberikan tas khusus berwarna hitam kepada pelanggan tetapnya agar pelanggan tidak berpindah ke Loundry yang lain. Sampai saat ini belum ada pelanggan yang mengkritik bentuk pelayanan dari Morning Laundry. Ertimna sebagai pemilik Morning Laundry lebih merasa dihargai apabila pelanggan merasa tidak puas atas pelayanan mereka dan pelanggan tersebut mengeluh langsung kepada Morning Laundry.
Misalnya saja Fandy yang merupakan salah satu pelanggan tetap Morning Laundry saat itu baju almamater yang dimilikinya terkena luntur. Dan Fandy langsung melaporkannya ke Morning Laundry dan langsung ditangani.
Pada saat masa liburan perkuliahan seperti liburan semester pendek, dan liburan Natalan, Morning Laundry mengalami penurunan pemasukan. Hal ini dikarenakan sebagian besar pelanggan Morning Laundry merupakan mahasiswa dan hanya beberapa yang merupakan warga tambakbayan. Dan untuk menambah penghasilan pada saat liburan Morning Laundry bersedia untuk menjemput cucian di rumah pelanggan.
Walaupun sekarang ini banyak sekali usaha laundry di daerah tambakbayan, Ertimna tidak terlalu menyikapi karena dia beranggapan bahwa rejeki itu tidak kemana – mana. Oleh karena itu dengan makin bertambahnya usaha laundry sekarang ini Ertimna tidak mengangap sebagai sebuah persaingan. Karena Ertimna merasa wajar kalau manusia mencari uang atau rezeki dimana saja tanpa kenal daerah. Dan menurutnya setiap manusia punya rezeki ditempatnya masing – masing.
Resiko yang dihadapi oleh Morning Laundry juga beragam, tidak jarang pelanggan mengeluh tentang baju mereka yang terkena noda. Beberapa resiko yang dihadapi oleh Morning Laundry adalah:
· Terkena luntur
· Baju yang tertukar dengan pelanggan lain, atau menyelip ke pelanggan lain
· Baju putih yang tidak lagi putih
· Bau apek pada baju
· Keterlambatan proses laundry
Untuk mengatasi keluhan pelanggan tetang kelunturan baju, Morning Laundry mengambil langkah dengan berusaha semaksimal mungkin untuk membersikan atau menghilangkan kelunturan baju tersebut. Dan sebelumnya Morning Laundry telah menetapkan aturan bahwa bila ada naju yang luntur harus diberi tahu, dan bila tidak diberitahu maka bila terjadi kelunturan maka bukan dari tanggung jawab dari Morning Laundry.
Untuk mengatasi keadan baju pelanggan yang tertukar, maka Morning Loundry memberikan tanda – tanda berupa nama pada baju – baju pelanggan dan terkadang atas permintaan pelanggan Morning Laundry memisahkan pencucian pakaian berdasarkan nama. Dan membedakan pakaian yang berwarna dan putih sekaligus mendata pada awal pemasukan cucian.
Untuk mengatasi cucian yang berwarna putih, biasanya Morning Laundry misahkan cucian tersebut dengan pakaian yang berwarna. Kemudian menambahkan pemutih sehingga baju tersebut tetap putih dan tidak berubah warna.
Bau apek yang terjadi pada pakaian pelanggan diatasi dengan memberikan pengharum, dan menjemur pakaian dengan kering di bawah sinar matahari. Sedangkan pada saat musim hujan, Morning Laundry lebih ekstra keras karena mereka menggunakan mesin cuci yang sekaligus dengan pengering. Sehingga tidak jarang karyawan dari Morning Laundry harus lembur dan berusaha untuk memuaskan karyawannya.
Dan terakhir yang menjadi resiko dari Morning Laundry adalah keterlambatan proses loundryan terutama pada saat musim hujan. Selain jumlah laudrian yang membludak dan kondisi cuaca yang tidak bersahabat yang dapat menyebabkan keterlambatan, hal ini sangat mengecewakan konsumen. Dan untuk mengatasinya Morning Laundry berusaha semaksimal mungkin untuk mengurangi keterlambatan itu dengan cara menggunakn pengering dan lembur pada malam hari supaya pada keesokan harinya saat matahari terbit, pakaian itu sudah dapat di keringkan.
Selasa, 25 Agustus 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Salam sukses dari kami
BalasHapusuntuk anda yang membutuhkan mesin pengering, setrika uap, konversi, dan perlengkapan laundry lainnya silahkan menghubungi kami di web www.bospengering.com atau langsung telpon kami ke 081221673020; pin bb 59F141F2, Line : Bospengering, Facebook : Bos Pengering
Brapaan bos harganya perlengkapan laundry???
BalasHapusterimakasih banyak atas informasinya yang bermanfaat...
BalasHapusSoftware Kasir Laundry Android